Feeds:
Tulisan
Komentar

jiwa maya sang hyang barata

menganga jiwa sang hyang barata

meratap kematian jiwa tanding di atas langit

mati mati nyawa yang terbelenggu

merasa lelah dalam penantian

hawa ini lepas…..

detak yang berbentur dinding dinding kulit sang penciptaalams semesta

sang hyang barata lupa

mati adalah hak Rabbnya

walaupun shang hyang barata bergelimpangan waktu,

ketika DEzat berkata habislah,

dia hanya bisa menatap masa lalu,

dan bersiap untunk persidangan teradil di atas apapun…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »