menganga jiwa sang hyang barata
meratap kematian jiwa tanding di atas langit
mati mati nyawa yang terbelenggu
merasa lelah dalam penantian
hawa ini lepas…..
detak yang berbentur dinding dinding kulit sang penciptaalams semesta
sang hyang barata lupa
mati adalah hak Rabbnya
walaupun shang hyang barata bergelimpangan waktu,
ketika DEzat berkata habislah,
dia hanya bisa menatap masa lalu,
dan bersiap untunk persidangan teradil di atas apapun…
ini ngomongin wayang kulit ya ?
ga, cuman puisi doang kok, perwatakan yang dipinjem..