Pengumpan:
Tulisan
Komentar

maaf kukatakan, kau memang anjing

Bagikan dengan segenap kekuatanku akan kulupakan

 akan ku diamkan sampai hatiku beku

cukup dengan sakit menjerit ini aku terbisu

 ini bukan salah siapa siapa

 kadang aku memang terlalu ceroboh dalam bermain.

apalagi hati

sedang untuk menunggu aku tak punya waktu

 padhal telah tersimpan yg lebih baik digenggamanNya,

aku hanya perlu menunggu

aku lupa sakitnya dulu seperti apa

kupikir akan menghilang dan berubah

 pikiranku sia sia belaka

sekali tanah tetap tanah bukan awan menjadi hujan

dan itu semua adalah tanah durjana jika memang ini sebuah hukum,

kurela jika ini memang sebuah takdir,

aku menerimanya aku tidak akan menuntut

sedang untuk melihatpun aku tidak kuasa berkedip

tolonglah aku.

jangan mudahkan semua tindakan kejiku,

atau punyanya sudahilah jika memang sudah begini lalu jiwaku,

berdiri sendiri dan kuat,

 sedikitpun tak akan kuingat dia,

tak pernah akan,

 berikan aku kuasaMu.

menolak dengan kepenuhan hati,

 biar lah anjing anjing menjilat biarlah kecupan kecupan murahan mempel dimana siapa pikir. kau dengan tindakan bodohmu, kau dengan sakit jiwamu tak mampu ilmumu sendiri punya keagungan Tuhan untuk berguna tak kan kulupakan dan kuluapkan lagi amarh dan gelisah, adalah bukti kekalahanku pada kebodohanmu tak akan pernah kucinta padamu

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.