maaf kukatakan, kau memang anjing
Bagikan dengan segenap kekuatanku akan kulupakan
akan ku diamkan sampai hatiku beku
cukup dengan sakit menjerit ini aku terbisu
ini bukan salah siapa siapa
kadang aku memang terlalu ceroboh dalam bermain.
apalagi hati
sedang untuk menunggu aku tak punya waktu
padhal telah tersimpan yg lebih baik digenggamanNya,
aku hanya perlu menunggu
aku lupa sakitnya dulu seperti apa
kupikir akan menghilang dan berubah
pikiranku sia sia belaka
sekali tanah tetap tanah bukan awan menjadi hujan
dan itu semua adalah tanah durjana jika memang ini sebuah hukum,
kurela jika ini memang sebuah takdir,
aku menerimanya aku tidak akan menuntut
sedang untuk melihatpun aku tidak kuasa berkedip
tolonglah aku.
jangan mudahkan semua tindakan kejiku,
atau punyanya sudahilah jika memang sudah begini lalu jiwaku,
berdiri sendiri dan kuat,
sedikitpun tak akan kuingat dia,
tak pernah akan,
berikan aku kuasaMu.
menolak dengan kepenuhan hati,
biar lah anjing anjing menjilat biarlah kecupan kecupan murahan mempel dimana siapa pikir. kau dengan tindakan bodohmu, kau dengan sakit jiwamu tak mampu ilmumu sendiri punya keagungan Tuhan untuk berguna tak kan kulupakan dan kuluapkan lagi amarh dan gelisah, adalah bukti kekalahanku pada kebodohanmu tak akan pernah kucinta padamu